banner Sumber Ujaran Kebencian dan Hoax | Kumpulan Kisah Inpiratif

Sumber Ujaran Kebencian dan Hoax

banner
banner
Sumber Ujaran Kebencian dan Hoax - Ujaran kebencian merupakan salah satu sumber yang menimbulkan terjadinya perpecahan dan permusuhan. Tidak terkecuali di Tanah Beta ini. Bahkan tidak jarang banyak sekali yang menyebarkan ujaran kebencian menggunakan HOAX, yakni berita yang tidak sesuai dengan kenyataan atau fakta (berita bohong).

https://coretan-kisahinspiratif.blogspot.com/2018/08/sumber-ujaran-kebencian-dan-hoax.html


Hujjatulislam Imam Al-Ghazali mengatakan bahwasannya hati itu ibarat sebuah mahkota yang diperebutkan oleh akal dan nafsu. Apabila akal yang mampu merebutnya, maka hati akan mudah mengikuti yang haq (kebenaran) dan akan mampu membedakan sekaligus menjauhi yang bathil (keburukan). Tetapi apabila nafsu yang merebutnya, maka kebenaran tidak akan mampu menembus dinding hatinya,  sekalipun kebenaran tersebut berasal dari kitab suci Al-Qur'an. Karena pada dasarnya nafsu itu mendorong untuk melakukan keburukan- keburukan.

Ujaran kebencian, saling mendengki (hasud), berbohong dan permusuhan adalah buah dari nafsu yang telah merebut hati manusia. Yakni yang menguasai hatinya adalah nafsunya bukan akalnya (akalnya kalah). Padahal Allah sering menyinggung dalam Al-Quran dengan kalimat "AFALA TA'QILUUN" (Tidakkah kalian berfikir?), bukan "AFALA TUHIBBUN" (Tidakkah kalian menyukai/ mencintai?) apalagi "AFALA TAGDLOBUN" (Tidakkah kalian membenci). Penggalan kalimat "AFALA TA'KILUN" adalah perintah keras yang menyuruh kita untuk berfikir. Dari ayat-ayat yang berisi perintah berfikir itulah seharusnya kita mengetahui dan memahami bahwa berfikir itu adalah sesuatu yang sangat penting dalam menjalani kehidupan. Karena andaikan saja berfikir itu tidak penting, maka tidak mungkin Alloh memerintahkan kita untuk berfikir.

Fenomena yang terjadi zaman sekarang, sangat banyak orang yang mudah sekali melakukan ujaran kebencian kepada orang Iain (terlebih pada saat menjelang Pilpres kali ini) bahkan dengan hoax/kebohongan. Hal ini karena membenci itu sangat mudah dan gampang, membenci itu tidak membutuhkan akal atau fikiran. Sedangkan aktifitas berpikir itu membutuhkan waktu, analisa,  kecerdasan, objektivitas dan sebagainya. Tidak dapat dipungkiri lagi di zaman now banyak sekali orang dengan mudahnya menyebarkan fitnah, hoax dan ujaran kebencian, karena mereka yang seperti itu sudah tidak ada kemauan lagi menggunakan otaknyataknya untuk berfikir. MALAS!

Dan lebih parahnya lagi banyak orang yang menghujat dan menyerang orang Iain atas dalih agama. Padahal sesungguhnya yang mereka bela atau tinggikan itu tidak lain hanyalah hawa nafsunya. Mereka sangat berani mengekploitasi agama demi NAFSUNYA. Inilah penistaan agama yang sesungguhnya. di dalamnya hanyalah hawa nafsu belaka.

Salah satu tugas kita selaku umat beragama yang masih mau menggunakan akal sehatnya untuk berfikir adalah menjauhkan (sejauh-jauhnya) agama dari berbagai macam fitnah.

KODE IKLAN 300x 250